Hari Pers Nasional, BKKBN Ajak Wartawan Jadi Penyuluh Kesehatan Masyarakat

Lcherelle, Hari Pers Nasional Jakarta diperingati pada tanggal 9 Februari setiap tahunnya. Tahun ini, dalam rangka Hari Pers Nasional, BCBN menyelenggarakan bakti sosial dan pengobatan gratis. Acara tersebut dilaksanakan pada Jumat, 2 Februari 2024 bersama Ikatan Jurnalis Kulon Progo di Joglo Sasana Puspita Budaya, Desa Banjaran, Hargomulio, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Acara tersebut juga merupakan program sosialisasi komunikasi, informasi dan pendidikan (KIE) serta program pembangunan keluarga, kependudukan, keluarga berencana (Banga Kenkana) dan program stunting.

Menurut Kepala BKKBN Hasto Vardoyo, pers bisa menjadi instruktur yang mengedukasi masyarakat.

“Press Day seharusnya menjadi hari edukasi masyarakat. Karena peran pers juga merupakan pendidikan informasi. Edukasi tentang kesehatan, informasi tentang kondisi tubuh. “Banyak masyarakat yang merasa sehat mengalami kendala setelah dilakukan tes,” kata Hasto dalam siaran persnya, Jumat (9/2/2024).

Pada dasarnya, lanjut Hasto, jika tidak ada bakti sosial maka masyarakat akan berobat ke fasilitas kesehatan ketika sakit.

“Ini (orang sakit) perlu diidentifikasi lebih cepat oleh dinas sosial,” kata Hasto.

Saat melakukan pemeriksaan kesehatan gratis, Hasto menemukan seorang warga berisiko melahirkan anak stunting.

“Saya tunggu ada yang periksa, lalu saya tunggu ada yang tahu Hb-nya hanya 8,9. Artinya dia menderita anemia. Setelah saya tanya, bayinya kembar. “Kalau tidak ada alat kontrasepsi, kalau hamil lagi, anaknya akan stunting,” jelasnya.

“Oleh karena itu, media massa berperan strategis tidak hanya di masyarakat, tetapi juga menggerakkan mitra untuk berkontribusi,” kata Hasto.

Beliau juga menekankan pentingnya menerapkan inovasi dan kreativitas pada makanan anak-anak, karena hal ini merupakan kunci untuk memberikan mereka pola makan yang seimbang.

“Sangat penting untuk memberi anak makanan yang mereka sukai. Termasuk kemasan ramah anak. Saya pikir ini penting.”

Terkait hal tersebut, Ketua Umum Persatuan Jurnalis Kulon Progo Aslul Sani dalam sambutannya mengatakan, bakti sosial ini merupakan bagian dari kegiatan menyambut Hari Pers Nasional tahun 2024. Puncak acara ini adalah pada hari Rabu 7 Februari di SMAN 1. Tunggu..

Hari Pers Nasional atau HPN secara historis bertepatan dengan hari jadi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Selanjutnya, keputusan pemberian HPN pada hari jadi PVC tersebut ditetapkan dengan Keputusan Presiden Nomor 100. Ditandatangani pada 5 Januari 1985 oleh Presiden Soeharto pada 23 Januari 1985, mengutip Lcherelle regional.

PWI merupakan organisasi jurnalisme pertama di Indonesia. Lembaga ini didirikan pada tanggal 9 Februari 1946 di Surakarta.

PWI dibentuk untuk menghimpun seluruh perwakilan pers Indonesia dalam satu forum. Hal ini tidak terlepas dari kondisi profesi jurnalistik yang lebih terhormat saat itu.

Saat itu jurnalisme merupakan profesi yang terhormat, karena tidak hanya bekerja, tetapi juga mengemban misi perjuangan dengan tekad menjaga kemerdekaan Indonesia. Saat itu jurnalis mempunyai dua peran, jurnalis dan aktivis.

Pasca berdirinya PWI, dibentuklah Serikat Penerbit Surat Kabar (JPU). Saat itu, surat kabar masih menjadi sumber informasi utama bagi masyarakat.

Bertahun-tahun kemudian, PWI kembali menyelenggarakan konferensinya yang ke-28 pada tahun 1978 di Padang. Ide Hari Pers Nasional berawal dari Kongres tersebut.

Tirto Adhi Sorjo atau Raden Mas Jokomono Tirto Adhi Sorjo adalah salah satu tokoh pers dan bapak pers Indonesia. Tirto Adhi yang memulai karirnya dengan mendirikan Soenda Berita pada tahun 1901, mendirikan perusahaan penerbitan pertama di Indonesia: N.VJavaansche Boekhandel en Drukkerij en Handel di Schrijfboeten Medan Prijaji.

Penerbitan ini didirikan atas kerja sama Haji Muhammad Arsjad dan Pangeran Osman. Surat kabar yang diterbitkannya adalah: Soenda Berita (1903–1905), Medan Prijaji (1907), Putri Hindia (1908).

Pada tahun 1973, Dewan Pers Indonesia menetapkan Tirto Adi sebagai Bapak Pers Nasional. Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 85/TK/2006, Tirto menjadi pahlawan nasional menuju kemerdekaan.

Sementara itu, Hari Pers Nasional tahun 2024 kali ini diperingati di Jakarta dengan serangkaian acara mulai dari seminar, Penghargaan Kebudayaan Indonesia, hingga Penghargaan Jurnalisme Adenegoro.

Tema Hari Pers Nasional tahun 2024 adalah “Melindungi Perubahan Kepemimpinan Bangsa dan Melestarikan Keutuhan Bangsa”. Topik ini dipilih dalam konteks Partai Demokrat di lingkungan Pemilu 2024.

Dengan mengangkat topik ini, diharapkan para wakil pers dapat menjaga keutuhan negara dalam situasi politik saat ini.

Duh, Ahli Ungkap Wabah Zombie ‘The Last of Us’ Bisa Terjadi di Dunia Nyata

Jakarta –

Kiamat zombie yang disebabkan oleh jamur dikatakan mungkin terjadi di dunia nyata. Pasalnya, infeksi jamur mematikan yang dapat menginfeksi tubuh manusia, seperti di film “The Last of Us”, terjadi lebih cepat dan menimbulkan resistensi terhadap obat yang disebut resistensi.

Namun demikian, penelitian mengenai pengobatan baru untuk infeksi jamur saja tidak cukup karena tidak menguntungkan bagi perusahaan farmasi. Matthew Fisher, profesor penyakit jamur di Imperial College London, juga mengatakan sejauh mana ancaman terhadap umat manusia masih belum diketahui sepenuhnya.

“Penyakit jamur merupakan penyakit dengan dampak kematian terbesar di seluruh dunia,” ujarnya kepada Komite Sains, Inovasi dan Teknologi, seperti dikutip dari Daily Mail.

Jamur yang disebut Cordyceps, atau jamur semut zombi, dapat mengendalikan pikiran serangga dengan zat psikoaktif. Hal ini menyebabkan tubuh mereka menghabiskan nutrisi sebelum mengirim mereka ke tempat yang tinggi dan melepaskan spora untuk menginfeksi orang lain.

Yang mengkhawatirkan, Profesor Fisher mengatakan kenaikan suhu global menyebabkan jamur seperti Cordyceps berevolusi dan beradaptasi dengan kondisi yang lebih hangat, sehingga memungkinkan mereka untuk berkoloni di tubuh manusia.

– Apakah kiamat zombie mungkin terjadi? tanya anggota parlemen Dawn Butler.

– Semua detailnya ada di sana, kan? Profesor Fisher menjawab.

Menurut Fisher, jamur dapat menghasilkan bahan kimia psikoaktif kuat yang berdampak besar pada perilaku kita dan juga dapat menyebar dan menyerang manusia.

“Saya kira hal itu tidak akan terjadi, tapi jamur melakukan tugasnya dengan sangat baik, jadi mungkin saja terjadi,” katanya.

“Banyak masyarakat yang panik terhadap jamur, namun peningkatan kesadaran merupakan hal yang baik,” lanjutnya.

Lebih dari 6,5 juta orang menderita penyakit jamur yang parah dan 2,5 juta orang meninggal karenanya setiap tahun, lebih banyak daripada gabungan penyakit malaria dan tuberkulosis. Profesor Fisher mengatakan serangan jamur juga mengancam pasokan pangan global, yang bisa menjadi “bencana besar”. Ia juga mengatakan ancaman-ancaman baru terus bermunculan dan penyakit-penyakit berkembang pesat dan resisten terhadap obat-obatan.

“Ada banyak organisme jamur yang sangat besar dan mereka bisa saja menyebar melalui jalur perdagangan global hingga mendarat di Bumi,” kata Profesor Fisher.

“Kami telah melihat hal ini pada chytrid pembunuh amfibi, yang telah menyebabkan kerusakan besar pada ekosistem tropis dan kawasan hutan yang gundul. Sekarang kami melihat hal yang sama pada manusia dengan penyebaran Candida auris,” lanjutnya. Tonton video “Fakta Mengejutkan Tentang Kejahatan Narkoba ‘Zombie’ di Afrika” (suc/naf)

Konsultasi dengan Psikiater Ditanggung BPJS, Jangan Swadiagnosis Penyakit Mental

Lcherelle, JAKARTA – Masyarakat diimbau untuk tidak mendiagnosis penyakit jiwa secara mandiri. Sebab, belum ada satu pun mesin pencari yang bisa memeriksa pasien secara menyeluruh.

“Tidak ada yang bisa menggantikan pertemuan langsung dengan psikiater untuk menegakkan diagnosis. Apalagi pengobatan sendiri. Jadi hati-hati,” kata psikiater Santi Yuliani dalam acara “Penyakit Jiwa Terasa Sedikit” yang ditayangkan Kementerian Kesehatan melalui akun tersebut. Di Instagram di Jakarta, Senin (19/2/2024).

Dr Santi menjelaskan bahwa orang mendiagnosis diri sendiri penyakit mental karena berbagai alasan, termasuk stigma. Misalnya, ketika seseorang memberi tahu dirinya mengidap penyakit jantung, orang-orang di sekitarnya mendukungnya dan menyuruhnya beristirahat.

Berbeda dengan keluhan depresi. Orang yang percaya pada depresi dipandang rendah dan dianggap tidak bisa menikmati hidup atau kekurangannya.

Padahal, lanjut dr Santi, penderita gangguan jiwa dianggap gila. Ia mengatakan, ketika seseorang melakukan diagnosa diri dan ternyata dirinya kemungkinan besar menderita gangguan jiwa, maka orang tersebut tidak perlu pergi ke psikiater, melainkan berusaha mengobati dirinya sendiri.

“Padahal, kalau gejalanya kita cocokkan dengan mesin pencari, kita tidak perlu mendapatkan diagnosis yang tepat. Jadi, silakan ke psikiater atau psikolog untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Saat ini kita tidak lagi memikirkan stigma.” dia berkata.

Dokter Santi juga mengatakan alasan lain orang melakukan self diagnosis adalah ketakutan terhadap biaya konsultasi. Ia mengatakan banyak masyarakat yang berkomentar tidak perlu ke dokter karena mahal dan membuang-buang uang.

“Jadi bisa ke psikiater pakai BPJS. Pakai BPJS untuk ke psikiater. Bukan hanya konsultasinya gratis, obatnya juga gratis. Misalnya mau praktek juga gratis,” jelas dr. perdamaian

Rutin Ngukur Lingkar Kepala Anak Bisa Bantu Deteksi Tumor di Kepala

Lcherelle, Jakarta — Orang tua sebaiknya rutin mengukur lingkar kepala anak.Dokter spesialis anak di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) dr Mahar Mardjono mengatakan, mengukur lingkar kepala bayi bermanfaat mendeteksi tumor atau tumor. di otak bayi

“Anak-anak, terutama yang berusia di bawah 1 tahun, ingatlah untuk mengukur lingkar kepala setiap bulan saat mengunjungi dokter. Baik itu ke dokter untuk imunisasi, ke dokter, atau yang lainnya,” ujarnya dalam diskusi seputar masa kanak-kanak. Kanker dipantau secara online di Jakarta pada Kamis (15/02/2024)

Suryawati mengatakan, para orang tua pasti berharap lingkar kepala anaknya akan bertambah tidak normal. Termasuk dosis yang lebih tinggi dari rata-rata guna meminta pemeriksaan lebih lanjut ke dokter. Ia juga mengimbau para orang tua untuk mewaspadai kemiringan kepala yang tidak normal. Ini adalah kemiringan kepala yang tidak normal ketika anak mencoba meluruskan kepalanya. Terutama pada anak di bawah satu tahun.

“Artinya adalah Dulu leher bayi lurus sempurna, tapi tiba-tiba lehernya tidak stabil dan lehernya tidak bisa diangkat,” ujarnya.

Suryawati mengatakan gejala lainnya Gejala kanker atau tumor otak pada masa kanak-kanak dapat dilihat sebagai perubahan mendadak pada penampilan dan perilaku anak. Ia mencontohkan perubahan perilaku anak, seperti perasaan bingung. Kesulitan menelan makanan, kehilangan nafsu makan, buang air kecil tidak normal seperti urin pekat. Tidak bisa tinggal di kamar mandi Dan perilaku ngompol kembali terjadi.

Apalagi dia menambahkan itu Orang tua akan mengalami sakit kepala di pagi hari. Seiring dengan mual, muntah, dan gerakan mata yang kontras. Gangguan pendengaran mendadak, gaya berjalan tidak seimbang, hingga kejang sering terjadi.Untuk itu, Suryawati mengimbau para orang tua untuk melakukan diagnosis dini. Dengan mengukur kepala anak secara rutin serta memperhatikan perilaku anak juga Dan jika gejala tersebut terjadi Segera bawa anak untuk diperiksa ke dokter agar anak dapat mendapat pengobatan dan Verifikasi tambahan

Terkait hal tersebut, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin (Menges) menyatakan kanker memiliki peluang yang sangat besar untuk disembuhkan. Tingkat kesembuhan mencapai 90 persen jika kanker terdeteksi pada tahap awal. Ia mengatakan, pemerintah terus mengintensifkan upaya untuk menggalakkan deteksi dini segala jenis kanker. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menyediakan peralatan medis yang mutakhir dan mutakhir kepada puskesmas dan rumah sakit setempat.

“Ayo deteksi dini. “Jangan menganggap kanker sebagai sesuatu yang menakutkan. Namun lihatlah kanker sebagai sesuatu yang memberi harapan. Optimisme dan pasti bisa disembuhkan Kalau perlu deteksi dini,” ujarnya.

Massa yang Hadir di Kampanye Akbar Nyaris 600 Ribu, Prabowo Minta Maaf Bikin Macet Jakarta

Lcherelle, Jakarta – Dua calon presiden dan wakil presiden, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka hari ini Sabtu 10 Februari 2024 menggelar kampanye terakhirnya di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan Jakarta.

Dalam pidato pertamanya, Prabowo meminta maaf karena kemacetan tersebut menyebabkan jalanan Jakarta menjadi padat sehingga mengakibatkan kemacetan di beberapa wilayah.

Saya mohon maaf kepada masyarakat Jakarta yang mengalami kemacetan, kata Prabowo saat mengawali pidatonya.

Kata dia, massa yang keluar berkampanye di hari terakhir diperkirakan mencapai 200 ribu orang. Bahkan, kata Prabowo, lebih banyak lagi yang datang.

“Kami perkirakan akan datang 200 ribu orang, tapi laporan menyebutkan hampir 600 ribu orang yang hadir,” kata Prabowo.

Seperti dilansir News Liputan6com, terjadi beberapa kemacetan di sekitar kawasan GBK. Lalu lintas di Jalan Gatot Subroto diblokir hingga Gerbang Jalan Pemuda.

Kemacetan juga terjadi di Jalan Pintu Satu Senayan menuju Jalan Sudirman. Mobil berhenti, antrean mobil masuk ke gedung GBK panjang. Penyebab kemacetan juga diduga disebabkan oleh banyaknya orang yang parkir di pinggir jalan dan pedagang di trotoar.

Pidato Prabowo dimulai satu jam yang lalu

Prabowo juga mengatakan acara puncak kampanye dimulai pukul 15.00. Namun, pria berusia 72 tahun itu memutuskan untuk memulainya satu jam lebih awal.

“Saya mendapat laporan banyak orang yang berdiri di sini hingga pukul 9 pagi tadi, sehingga saya putuskan untuk mempercepat acaranya,” ujarnya.

Di antara ratusan ribu massa yang mengenakan pakaian berwarna biru langit, Prabowo meminta mereka yang merasa risih untuk keluar perlahan. Jadi, Anda bisa mengambil alih masyarakat yang masih berada di luar Stadion GBK.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga angkat bicara soal pendukungnya. Termasuk Presiden keenam RI yang juga pendiri Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

SBY terlihat duduk di bangku cadangan bersama putra sulungnya, Agus Harimurti Yudhoyono, yang kini menjabat Ketua Umum Partai Demokrat.

Epidemiolog Desak Pemerintah Segera Tetapkan Kasus Gagal Ginjal Akut sebagai KLB

Lcherelle – Pemerintah Indonesia didesak untuk menetapkan kasus gagal ginjal parah yang menyerang anak-anak dan mengakibatkan kematian sebagai kejadian langka (KLB). Hal ini dilaporkan oleh Dickie Budiman, ahli epidemiologi di Griffith University di Australia.

Menurutnya, pemerintah telah gagal. Pemerintah dapat segera memperbaikinya dengan mendeklarasikan Majelis Umum Luar Biasa.

“Itu masalah mental, kami gagal, tapi bukan berarti kami bisa mengabaikan kegagalan itu. “Dengan ditetapkannya CLB, pemerintah bisa segera memperbaikinya jika tidak jelas bisa membunuhnya,” ujarnya, Sabtu (22/10/2022) dalam diskusi online bertema “Rahasia Gagal Ginjal Akut”.

Menurut dia, jika KLB digelar maka pemerintah akan lebih mudah menangani kasus-kasus yang disebabkan dugaan paparan zat berbahaya di air.

Selain itu, pemerintah diperbolehkan membentuk tim yang akan mendapatkan informasi akurat penyebab gagal ginjal jika mengikuti pedoman KLB.

“Pemerintah bilang ada 14 rumah sakit yang merujuk pasien BPJS, tapi di daerah ini sulit dan banyak yang meninggal. “Posisi KLB adalah membantu masyarakat setempat,” ujarnya.

Selain itu, ia mengatakan kasus gagal ginjal memenuhi syarat diagnosis CKD sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1501 Tahun 2010 tentang CKD. Selain itu, tidak ada penyakit ginjal serius dalam tiga puluh tahun terakhir.

“Enam dari delapan titik (deteksi CLB) sudah selesai, 6 dari 8 sudah selesai. “Pertama-tama, sangat penting untuk mengidentifikasi WHO dalam kasus-kasus khusus ini, dan ada peningkatan signifikan dalam angka kesakitan dan kematian,” ujarnya. dikatakan.

Senada dengan itu, Anggota Komisi IX DPR RI Netti Prasetiyani Aher pun menilai posisi KLB sudah tepat untuk mengetahui masalah gagal ginjal. Meski masalah ini bukan hal baru, namun tingginya angka kematian menjadi alasan utama diagnosis KLB.

Mereka meminta pemerintah meningkatkan edukasi tentang penyebab gagal ginjal dan mendorong lebih banyak masyarakat untuk minum obat dan mengurangi gagal ginjal.

“Saya juga ingin mempertimbangkan peran KLB dalam membentuk lembaga pencari fakta yang independen. “Kalaupun terlihat berbahaya, namun perlu diawasi dan berdasarkan penelitian di daerah, bukan data tambahan,” ujarnya.

Penetapan posisi KLB juga didukung oleh Hermawan Saputra dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI). Menurutnya, masalah gagal ginjal sama dengan penyakit menular.

“Situasi ini sangat jarang terjadi, dan kesalahan ini bisa disebabkan oleh kecerobohan obat, mulai dari perusahaan, manufaktur, hingga distribusi,” ujarnya.

Hermavan juga mengatakan, gagal ginjal juga bisa disebabkan oleh konsumsi alkohol yang berlebihan, seperti penggunaan narkoba atau interaksi antara tubuh manusia dengan obat-obatan. Ia juga meminta para orang tua untuk mendidik diri sendiri mengenai penyakit-penyakit yang sering menyerang anak.

“Orang tua yang berpendidikan rendah menyebabkan sulitnya mencari obat anti malaria dan obatnya berkelompok sehingga menimbulkan konsumsi yang tidak rasional, terutama pada anak dengan penyakit lain, tidak dididik dan tidak diperiksa secara rutin. “, jelasnya. [Bertanya]

Viral di Medsos ‘Jam Piket’ Organ Tubuh, Benarkah? Dokter Ungkap Faktanya

Jakarta –

Media sosial Xin baru-baru ini ramai dengan diskusi tentang ‘jam piket organ’. Seorang netizen mengungkapkan bahwa setiap organ memiliki waktu kerjanya masing-masing.

“Ingin tahu kapan organ tubuhmu diambil?” Seorang netizen melihat media sosial X dan menulis detikcom pada Rabu (7/2/2024).

Dalam unggahan tersebut, netizen menjelaskan ‘jam piket’ organ tubuh: 5 – 7 pagi: waktu mengeluarkan racun dari usus. 7-9 pagi: usus menyerap makanan lebih baik. Ini adalah waktu terbaik untuk sarapan. 9 – 11: Limpa mengirim lambung untuk menyerap. Jika Anda merasa mengantuk saat ini, berarti limpa Anda lemah. 11 – 13 : Saatnya jantung bekerja lebih keras, kurangi aktivitas fisik dan fokus pada emosi 13 – 15 : Usus halus menjaga keseimbangan cairan. 17 – 17 19 malam : Membantu ginjal mengeluarkan racun. Sering buang air kecil sangat umum terjadi pada jam-jam tersebut. Pukul 23 – 03 pagi: Hati mengeluarkan racun. Anda perlu tidur agar prosesnya optimal. 03 – 05 pagi: Mendetoksifikasi paru-paru, sehingga Anda mungkin batuk dan bersin pada jam tersebut.

Mengenai hal ini, seorang ahli penyakit dalam angkat bicara. Ia mengatakan, tidak ada waktu piket organ dalam dunia medis.

Kata dokter, setiap organ tubuh bekerja sendiri-sendiri dan tidak bergantian. Ia mengatakan, setiap organ berfungsi 24 jam sehari, bahkan saat seseorang sedang istirahat.

Organ tubuh manusia bekerja secara otomatis. Kita tidak bisa mengontrol pergerakan usus, detak jantung, atau aliran darah di organ tubuh. Organ tubuh bekerja 24 jam sehari dan tidak menggunakan sistem arloji, kata dokter saat dihubungi detikcom, Rabu. kata Aru. (7/2/2024).

Oleh karena itu, tuntutan waktu piket organ tidak berdasar.

“Jadi hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menyatakan adanya perbedaan pada bagian tubuh,” imbuhnya.

Lebih lanjut dr Aru mengingatkan betapa pentingnya setiap orang menjaga kesehatan organ tubuh. Ada banyak cara untuk memastikan organ tubuh tetap sehat.

Beberapa di antaranya adalah nutrisi yang baik, menghindari zat-zat berbahaya seperti oksidan tinggi, makanan berlemak dan pengawet, serta memastikan kebutuhan istirahat Anda tercukupi. Tonton video “Kemenkes Bantah Sengaja Ciptakan Polusi Ciptakan Pandemi 2.0” (avk/kna)

Kemenkes dan BPOM Segera Tarik Produk Obat Sirup yang Mengandung Zat Berbahaya

Lcherelle – Kementerian Kesehatan telah berkoordinasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk mengetahui sirup mana yang mengandung senyawa berbahaya yang dapat membahayakan ginjal dan segera menariknya dari pasaran.

“Jadi saat ini kami sedang berkoordinasi dengan BPOM agar secepatnya bisa diklarifikasi obat apa saja yang dibutuhkan,” kata Menteri Kesehatan Budi Gnadi Sadeghin, Kamis (20/10/2022).

Rencana penarikan sirup tersebut terkait dengan terdeteksinya tiga bahan kimia berbahaya, yakni etilen glikol (EG), dietilen glikol (DEG) dan etilen glikol butil eter (EGBE) pada 15 sampel produk obat berbahan dasar sirup yang mengandung bahan uji berat pada pasien ginjal. . Masalah kegagalan

Bahan kimia berbahaya tersebut ditemukan pada organ tubuh pasien meninggal akibat gagal ginjal akut di Indonesia melalui penelitian terhadap 99 pasien muda.

Dia berkata: “Kami mengeluarkannya dan mengambil darahnya. Kami melihat bahan kimia berbahaya merusak ginjalnya. Lalu kami pergi ke rumahnya. Kami bertanya kepadanya obat apa yang telah ia minum. Ia juga mengandung zat ini di dalam dirinya.”

Menurutnya, pemerintah harus mengambil sikap tegas untuk melindungi masyarakat umum dari risiko gagal ginjal, karena jumlah penderita gagal ginjal yang meninggal di Indonesia mencapai 70 orang setiap bulannya.

“Setiap bulan di Indonesia ditemukan sekitar 35 orang (sakit, catatan redaksi), rumah sakit sekarang agak penuh, kami melakukan tindakan preventif,” ujarnya.

Ia menjelaskan, upaya pencegahan yang dimaksud adalah dengan menghentikan sementara pemberian sirup kepada masyarakat, anak-anak, dan orang dewasa.

Katanya, “Tunggu dulu, supaya anak-anak kita tidak ada korban lagi. Kalau obatnya, itu tugas dokter, tapi kita tunggu ke dokter dan apotek untuk memastikan BPOM obat mana yang benar-benar berbahaya. . ” . .

Budi mengatakan, langkah tersebut merupakan langkah pencegahan pemerintah untuk menekan angka kematian akibat gagal ginjal.

“Kenapa kita mengambil hal seperti itu, setiap kita tunda, ada dua atau tiga anak yang meninggal, makanya kita lakukan tindakan pencegahan,” ujarnya.

Ia menambahkan, etilen glikol dan dietilen glikol telah menyebabkan banyak kematian di beberapa negara. Kasus serupa juga terjadi di Afrika, India, Tiongkok, dan beberapa negara lainnya. [di antara]