Viral di Medsos ‘Jam Piket’ Organ Tubuh, Benarkah? Dokter Ungkap Faktanya

Jakarta –

Media sosial Xin baru-baru ini ramai dengan diskusi tentang ‘jam piket organ’. Seorang netizen mengungkapkan bahwa setiap organ memiliki waktu kerjanya masing-masing.

“Ingin tahu kapan organ tubuhmu diambil?” Seorang netizen melihat media sosial X dan menulis detikcom pada Rabu (7/2/2024).

Dalam unggahan tersebut, netizen menjelaskan ‘jam piket’ organ tubuh: 5 – 7 pagi: waktu mengeluarkan racun dari usus. 7-9 pagi: usus menyerap makanan lebih baik. Ini adalah waktu terbaik untuk sarapan. 9 – 11: Limpa mengirim lambung untuk menyerap. Jika Anda merasa mengantuk saat ini, berarti limpa Anda lemah. 11 – 13 : Saatnya jantung bekerja lebih keras, kurangi aktivitas fisik dan fokus pada emosi 13 – 15 : Usus halus menjaga keseimbangan cairan. 17 – 17 19 malam : Membantu ginjal mengeluarkan racun. Sering buang air kecil sangat umum terjadi pada jam-jam tersebut. Pukul 23 – 03 pagi: Hati mengeluarkan racun. Anda perlu tidur agar prosesnya optimal. 03 – 05 pagi: Mendetoksifikasi paru-paru, sehingga Anda mungkin batuk dan bersin pada jam tersebut.

Mengenai hal ini, seorang ahli penyakit dalam angkat bicara. Ia mengatakan, tidak ada waktu piket organ dalam dunia medis.

Kata dokter, setiap organ tubuh bekerja sendiri-sendiri dan tidak bergantian. Ia mengatakan, setiap organ berfungsi 24 jam sehari, bahkan saat seseorang sedang istirahat.

Organ tubuh manusia bekerja secara otomatis. Kita tidak bisa mengontrol pergerakan usus, detak jantung, atau aliran darah di organ tubuh. Organ tubuh bekerja 24 jam sehari dan tidak menggunakan sistem arloji, kata dokter saat dihubungi detikcom, Rabu. kata Aru. (7/2/2024).

Oleh karena itu, tuntutan waktu piket organ tidak berdasar.

“Jadi hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menyatakan adanya perbedaan pada bagian tubuh,” imbuhnya.

Lebih lanjut dr Aru mengingatkan betapa pentingnya setiap orang menjaga kesehatan organ tubuh. Ada banyak cara untuk memastikan organ tubuh tetap sehat.

Beberapa di antaranya adalah nutrisi yang baik, menghindari zat-zat berbahaya seperti oksidan tinggi, makanan berlemak dan pengawet, serta memastikan kebutuhan istirahat Anda tercukupi. Tonton video “Kemenkes Bantah Sengaja Ciptakan Polusi Ciptakan Pandemi 2.0” (avk/kna)